Jumat, 12 April 2013

Menciptakan Generasi Intelektual Lewat Pendidikan



Menciptakan Generasi Intelektual Lewat Pendidikan

Indonesia adalah sebuah negara yang wilayahnya terbentang dari Sabang sampai Merauke, terdiri dari ribuan pulau besar dan kecil (sehingga disebut negara kepulauan) dan UUD’45 sebagai konstitusinya. Indonesia juga salah satu negara terkaya akan alam dan hasil bumi yang melimpah. Dengan kekayaan alam yang melimpah tersebut, diharapkan Indonesia  dapat mensejahterakan rakyatnya, baik dalam segi ekonomi, pendidikan maupun Sumber daya Manusia (SDM). Namun, kenyataannya indonesia tidak mampu memanfaatkan kekayaan alam yang mereka miliki, justru negara lain yang menguasainya. Itu semua dikarenakan minimnya kemampuan maupun keintelektualan yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Untuk itu, diharapkan ada suatu cara yang mampu membangun keinteletulan sesorang agar mampu merubah semua keadaan menjadi lebih baik.
            Intelektual seseorang dapat dibangun dengan beberapa hal, diantaranya adalah dengan pendidikan. Adapun pengertian pendidikan itu sendiri adalah suatu proses perubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau sekelompok orang (peserta didik) dengan segala usaha pengajaran dan pelatihan, proses, perbuatan dan cara-cara pengajaran.
            Dalam dunia pendidikan tidaklah cukup, apabila peserta didik hanya mendengarkan apa yang dikatakan oleh guru maupun dosennya saja. Tetapi, peserta didik juga harus aktif, karena ilmu yang didapat dari guru atau dosen hanya sedikit dan tidak bisa jadi acuan sebagai penentu cerdas atau tidaknya peserta didik dalam proses belajar mengajar. Untuk itu, peserta didik diharapkan tidak hanya mendengarkan apa yang dikatakan oleh guru tetapi juga harus mencari ilmu di luar itu, karena ada banyak cara untuk memperoleh ilmu apalagi dengan kondisi saat ini yang teknologi semakin maju.
 Pendidik dan Peserta Didik
            Selama ini yang kita lihat adalah peserta didik hanya mendengarkan atau menerima mentah-mentah apa yang dikatakan oleh guru tanpa mencari kebenaran sekaligus mengkritisinya. Masalah itu, harus dibuang jauh-jauh sikap yang demikian dan merubah kebiasaannya dengan cara menambah jam belajar sendiri di luar lingkungan pendidikan, untuk menambah wawasan dan pengetahuannya. 
            Cara atau metode pembelajar juga menjadi masalah. Selain peeserta didik yang harus aktif, metode pembelajaran juga dibutuhkan. Guru ataupun dosen diharapkan mempunyai metode pembelajaran yang baik, supaya peserta didik dapat belajar dengan nyaman dan mudah dalam menangkap pelajaran, supaya terciptanya peserta didik yang intelektual dan mampu berfikir secara kritis.
            Metode pembelajaran juga harus diimbangi dengan fasilitas studi yang memadai sebagai kelengkapan studi peserta didik. Percuma saja apabila metode pembelajaran maupun pendidik yang sudah mumpuni tetapi fasilitas tidak mendukung, karena fasilitas juga sangat mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolahan.
            Kesemua itu jika dapat terpenuhi dengan baik, maka akan dengan mudah  menciptakan generasi yang intelektual di negeri ini. Memang diakui bahwa kualitas generasi saat ini sangat berbeda jauh dengan  kualitas orang terdahulu. Orang terdahulu sangat menjunjung tinggi pendidikan, karena pada saat itu pendidikan sangat minim dan juga lemahnya teknologi.
            Apabiladibandingkan saat ini dengan teknologi yang semakin maju yang sangat membantu untuk mencari pengetahuan yang seluas-luasnya, seharusnya sangat mudah menciptakan generasi yang intelektual. Namun, dalam kenyataanya hal demikian sulit untuk terealisasi. Untuk itu, dengan fasilitas yang memadai peserta didik harus belajar lebih giat lagi, karena harapan bangsa adalah generasi itu sendiri yang sangat dibutuhkan akan keintelektualannya.
Perlunya Sinergitas
Sebenarnya, negara Indonesia mampu menciptakn negaranya menjadi lebih baik dari sebelunya jika, antara pemerintah dan masyarakat mampu bersinergi dengan baik. Pemerintah menjalankan roda pemerintahannya dengan baik sesuai dengan janjinya dan rakyat mau mematuhi segala peraturan dan perundang-undangan yang telah disepakati bersama, karena apabila keduanya tidak mampu bersinergi dengan baik, negara yang baik tidak akan pernah tercapai dan akan menjadi angan-angan masyarakat Indonesia saja.
Dengan adanya sinergi antara masyarkat dan pemimpin,
Dengan adanya generasi muda yang cerdas dan mempunyai intelektual yang tinggi, Indonesia mampu menciptakan perubahan yang signifikan terhadap negaranya. Sebab, negaran Indonesia telah mengalami perubahan yang telah merugikan rakyatnya, baik masalah politik, moral dan budaya. Untuk itu, perubahan yang baik sangat diperlukan oleh negara Indoinesia agar mampu merubah ke arah yang lebih baik dan sejurus dengan cita-cita negara.

Oleh: Ahmad Zamroni
Penerima Beasiswa unggulan Monash Institute dan Mahasiswa IAIN Walisongo Semarang



Tidak ada komentar:

Posting Komentar